Lowongan Bank BRI Surabaya Manukan

Lowongan BRI Manukan Surabaya – PT. Bank Rakyat Indonesia (Persro) Tbk – BRI membutuhkan calon pekerja yang handal, jujur, berintegritas yang baik, dan sanggup bekerja keras untuk menempati posisi sebagai :

  • BRILIAN INTERNSHIP PROGRAM (Frontliner)

Deskripsi Pekerjaan

Kualifikasi :

  • Pendidikan SMA/SMK dengan nilai rata-rata 7,0, D1-D3 dengan IPK minimal 2,75
  • Usia, SMA minimal 18 dan maksimal 20 tahun (belum berusia 21 tahun saat mengikuti seleksi), D1-D3 maksimal 24 tahun (belum berusia 25 tahun saat mengikuti seleksi)
  • Diutamakan Fresh Graduate
  • Belum menikah & tidak menikah selama mengikuti pemagangan
  • Memiliki communication skill yang baik dan bertampilan menarik
  • Diutamakan berdomisili di wilayah Unit Kerja setempat
  • Memiliki KTP, NPWP, dan SKCK

Persyaratan dokumen terlampir :

  • Foto berwarna seluruh badan ukuran 4R
  • Pas foto ukuran 4×6 berwarna
  • Foto Copy KTP, NPWP, Ijazah & Transkip Nilai
  • CV
  • Surat Keterangan Belum menikah dari kelurahan
  • SKCK asli

Situs Referensi

  1. www.bri.co.id

Tata Cara Pendaftaran

Apabila Anda tertarik dan sanggup memenuhi persyaratan, silakan kirim berkas lamaran dan kelengkapan ke alamat berikut ini :

PT BANK BRI (PERSERO) TBK CABANG SBY MANUKAN
Jl. Manukan Tama No. 208 Surabaya

Ketentuan Umum :

  • Hanya pelamar dengan kualifikasi terbaik yang akan diundang untuk mengikuti tahapan seleksi lebih lanjut.
  • Seluruh tahapan dalam proses rekrutmen Bank BRI Manukan ini tidak dipungut biaya.
  • Lamaran diterima maksimal pada tanggal 31 Mei 2021 .

Sekilas Tentang BRI

Lowongan BRI Manukan Surabaya

Bank Rakyat Indonesia – BRI merupakan salah satu instansi perbankan milik pemerintah yang terbesar di Indonesia. Sejarah berdirinya Bank BRI awalnya didirikan oleh Raden Bei Aria Wirjaatmadja, Purwekerto, Jawa tengah, beliau memberikan nama De Poerwokertosche Hulp en Spaarbank der Inlandsche Hoofden yang memiliki arti “Bank Bantuan dan Simpanan Milik Kaum Priyayi Purwokerto”, Pada saat itu BRI merupakan salah satu lembaga keuangan yang melayani orang-orang berkebangsaan Indonesia (pribumi).

Pada periode setelah kemerdekaan RI, berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 1 tahun 1946 Pasal 1 disebutkan bahwa BRI adalah sebagai Bank Pemerintah pertama di Republik Indonesia. Dalam masa perang mempertahankan kemerdekaan pada tahun 1948, kegiatan BRI sempat terhenti untuk sementara waktu dan baru mulai aktif kembali setelah perjanjian Renville pada tahun 1949 dengan berubah nama menjadi Bank Rakyat Indonesia Serikat. Pada waktu itu melalui PERPU No. 41 tahun 1960 dibentuklah Bank Koperasi Tani dan Nelayan (BKTN) yang merupakan peleburan dari BRI, Bank Tani Nelayan dan Nederlandsche Maatschappij (NHM). Kemudian berdasarkan Penetapan Presiden (Penpres) No. 9 tahun 1965, BKTN diintegrasikan ke dalam Bank Indonesia dengan nama Bank Indonesia Urusan Koperasi Tani dan Nelayan.

Setelah berjalan selama satu bulan, keluar Penpres No. 17 tahun 1965 tentang pembentukan bank tunggal dengan nama Bank Negara Indonesia. Dalam ketentuan baru itu, Bank Indonesia Urusan Koperasi, Tani dan Nelayan (eks BKTN) diintegrasikan dengan nama Bank Negara Indonesia unit II bidang Rural, sedangkan NHM menjadi Bank Negara Indonesia unit II bidang Ekspor Impor (Exim).

Berdasarkan Undang-Undang No. 14 tahun 1967 tentang Undang-undang Pokok Perbankan dan Undang-undang No. 13 tahun 1968 tentang Undang-undang Bank Sentral, yang intinya mengembalikan fungsi Bank Indonesia sebagai Bank Sentral dan Bank Negara Indonesia Unit II Bidang Rular dan Ekspor Impor dipisahkan masing-masing menjadi dua Bank yaitu Bank Rakyat Indonesia dan Bank Ekspor Impor Indonesia. Selanjutnya berdasarkan Undang-undang No. 21 tahun 1968 menetapkan kembali tugas-tugas pokok BRI sebagai bank umum.

Sejak 1 Agustus 1992 berdasarkan Undang-Undang Perbankan No. 7 tahun 1992 dan Peraturan Pemerintah RI No. 21 tahun 1992 status BRI berubah menjadi perseroan terbatas. Kepemilikan BRI saat itu masih 100% di tangan Pemerintah Republik Indonesia. Pada tahun 2003, Pemerintah Indonesia memutuskan untuk menjual 30% saham bank ini, sehingga menjadi perusahaan publik dengan nama resmi PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., yang masih digunakan sampai dengan saat ini.