Lowongan PT Balai Pustaka

Lowongan Kerja Balai Pustaka –  PT Balai Pustaka (Persero) membuka Lowongan Kerja bagi Anda untuk ikut berkarir di PT Balai Pustaka (Persero) dengan posisi sebagai berikut:

  • Lowongan Magang 2021

Deskripsi Pekerjaan

1. Illustrator

Kualifikasi :

  • Fresh Graduate
  • Usia maksimal 25 tahun
  • Pendidikan minimal D3/S1 Desain
  • Mampu menciptakan karakter ilustrasi yang kuat
  • Memiliki keterampilan estetika, konseptual dan perhatian detail dengan baik
  • Mengetahui proses pembuatan asset untuk animasi dan/atau game (nilai tambah)
  • Menguasai software phostoshop, illustrator dengan sangat baik
  • Memiliki portofolio ilustrasi
  • Mampu bekerja dengan tenggat waktu yang singkat
  • Kreatif, disiplin dan berkepribadian baik

2. Digital Imaging Artist

Kualifikasi :

  • Fresh Graduate
  • Usia maksimal 25 tahun
  • Pendidikan minimal D3/S1 Desain
  • Mampu membuat manipulasi photo dengan baik
  • Memiliki keterampilan menggambar digital
  • Memiliki pengetahuan perkembangan trend desain
  • Memiliki keterampilan estetika, konseptual dan perhatian detail dengan baik berdasarkan kebutuhan produk
  • Menguasai software phostoshop, illustrator dengan sangat baik
  • Memiliki ketermapilan photography (nilai tambah)
  • Mampu bekerja dengan tenggat waktu yang singkat
  • Kreatif, disiplin dan berkepribadian baik

Situs Referensi

  1. www.balaipustaka.co.id

Tata Cara Pengiriman lamaran

Apabila Saudara/i yang berminat dan memenuhi persyaratan, melakukan pendaftaran secara online melalui laman berikut ini :

Ketentuan Umum :

  • Hanya kandidat terbaik yang akan diproses lebih lanjut.
  • Seluruh tahapan dalam proses rekrutmen PT Balai Pustaka ini tidak dipungut biaya apapun.
  • Pendaftaran lamaran maksimal tanggal 29 Oktober 2021.
  • Sumber Informasi : instagram @pt_balaipustaka

Info Lowongan Balai Pustaka dikabarkan secara online oleh Pusat Info CPNS

Sekilas Tentang PT Balai Pustaka

Balai PustakaPT Balai Pustaka (Persero) adalah sebuah perusahaan penerbitan dan percetakan milik negara. Balai Pustaka didirikan dengan nama Commissie voor de Volkslectuur (bahasa Belanda: “Komisi untuk Bacaan Rakyat”) oleh pemerintah Hindia-Belanda pada tanggal 14 September 1908. Commissie voor de Volkslectuur kemudian berubah menjadi “Balai Poestaka” pada tanggal 22 September 1917. Balai Pustaka menerbitkan kira-kira 350 judul buku per tahun yang meliputi kamus, buku referensi, keterampilan, sastra, sosial, politik, agama, ekonomi, dan penyuluhan

Tujuan didirikannya Balai Pustaka ialah untuk mengembangkan bahasa-bahasa daerah utama di Hindia-Belanda. Bahasa-bahasa ini adalah bahasa Jawa, bahasa Sunda, bahasa Melayu, dan bahasa Madura.

Ada visi alternatif yang menyebutkan bahwa pendiriannya kala itu konon untuk mengantisipasi tingginya gejolak perjuangan bangsa Indonesia yang hanya bisa disalurkan lewat karya-karya tulisan. Berbagai tulisan masyarakat anti-Belanda bermunculan di koran-koran daerah skala kecil, sehingga perusahaan penerbitan ini lalu didirikan Belanda dengan tujuan utama untuk meredam dan mengalihkan gejolak perjuangan bangsa Indonesia lewat media tulisan dan menyalurkan nya secara lebih manusiawi sehingga tidak bertentangan dengan kepentingan Belanda di Indonesia.

Tujuan lain yang dilakukan oleh Komisi Bacaan Rakyat (KBR) yaitu menerjemahkan atau menyadur hasil sastra Eropa hal ini juga bertujuan agar rakyat Indonesia buta terhadap informasi yang berkembang di negaranya sendiri.

Tidak semua usaha yang dilakukan oleh (BKR) negatif. usaha usaha yang positif antara lain: mengadakan perpustakaan di tiap-tiap sekolah, mengadakan peminjaman buku-buku dengan tarif murah secara teratur, memberikan bantuan kepada usaha-usaha swasta untuk menyelenggarakan taman bacaan, menerbitkan majalah-majalah Sari Pustaka dan Panji Pustaka dalam bahasa Melayu Kejawen dalam bahasa Jawa, dan majalah Parahiangan dalam bahasa Sunda.

Langkah maju yang dilakukan KBR, yang telah berhasil sebagai pencetak, penerbit, dan penjual majalah, adalah mengubah KBR menjadi Yayasan Resmi Balai Pustaka pada tahun 1917.

Salah satu novel dalam bahasa Melayu terbitan Balai Pustaka kala itu yang ternama berjudul Siti Noerbaja karangan Marah Roesli, seorang penulis dari Minangkabau.

Di era itu juga menjadi penanda penyebaran sastra Jawa Modern. Jumlah buku berbahasa Jawa lebih banyak dibandingkan yang berbahasa Melayu. Dari penelusuran George Quinn, pada katalog Balai Pustaka di 1920, ada 40 buku berbahasa Madura, 80 judul berbahasa Melayu, hampir 100 buku berbahasa Sunda, dan hampir 200 berbahasa Jawa. Pada tahun ini pula lahir novel Serat Rijanto karangan Raden Bagoes Soelardi yang menjadi tonggak sastra Jawa modern.

Kontak

PT.BALAI PUSTAKA (Persero)
Kantor Pusat/ Unit 1:
Jalan Pulokambing Kav.J 15
Kawasan Industri Pulogadung Jakarta Timur
Telp: (6221) 468 31015/16
Faksimile: (6221) 4613520
Info: [email protected]
http://www.balaipustaka.co.id